Drajad Wibowo ungkap, Keuntungan Tanah Prabowo Digunakan Untuk Kampanye Jokowi di Pilkada DKI Jakarta

0
605

SANDARANEWS : Kamis (21/02/2019)
NASIONAL – Calon Presiden atau Capres 01 Joko Widodo alias Jokowi mengungkap Capres 02 Prabowo Subianto memiliki lahan ratusan hektar.

Menurut Capres 01 Jokowi, lahan ratusan hektare yang dimiliki Prabowo Subianto itu tersebar di Kalimantan Timur dan Aceh.

Presiden Jokowi ungkap lahan Prabowo Subianto tersebut dalam debat capres Pilpres 2019 yang disiarkan secara langsung pada Minggu (17/2/2019).

Pada ujung dalam debat tersebut, Prabowo Subianto pun mengakui soal lahan yang disebutkan oleh Jokowi.
Prabowo Subianto hanya menguasai dalam bentuk hak guna usaha (HGU) yang diberikan oleh negara atau pemerintah.

Tetapi, kata Prabowo Subianto, lahan itu bukan milik dirinya, tetapi milik negara.
Prabowo Subianto hanya menguasai dalam bentuk hak guna usaha (HGU) yang diberikan oleh negara atau pemerintah.

Sejak Capres 01 Jokowi mengungkap fakta tersebut, berbagai media mainstream maupun media sosial pun mengulas soal keberadaan lahan Prabowo Subianto tersebut.

Manfaat Lahan Prabowo Subianto

Untuk mengklarifikasi seputar persoalan terkait manfaat lahan Prabowo Subianto dan bagaimana proses mendapatkannya, saat jurnalis menghubungi Drajad Wibowo.
Drajad Wibowo adalah anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang juga seorang ekonom.

Capres Jokowi & Prabowo menjelang Debat ke- 2

Menurut Drajad Wibowo, lahan HGU Prabowo Subianto diperoleh sesuai prosedur normal yang diajukan Prabowo sebagai pengusaha kepada pemerintah. 

“HGU tersebut diperoleh seseuai prosedur normal, mulai dari ijin lokasi hingga penyelesaian dengan masyarakat, proses pengukuran dan seterusnya,” ujar Drajad Wibowo, Selasa (19/2/2019).

Tetapi, Drajad Wibowo tidak bisa menjelaskan kapan Prabowo Subianto peroleh lahan HGU tersebut.
Drajad Wibowo menduga tanah HGU tersebut dikuasai oleh Prabowo melalui sejumlah perusahaan yang berbeda.

“Kapan perolehannya? Saya tidak tahu pasti. Bisa saja tanah tersebut dikelola beberapa perusahaan dengan HGU yang berbeda. Jadi jangan dibayangkan semua tanah tsb mendapat HGU pada waktu yg sama,” katanya.

Hasil pengelolaan lahan HGU tersebut, kata Drajad, juga banyak digunakan untuk membiayai atau membangun proses demokratisasi di Indonesia secara bersih.

“Keuntungan dari perusahaan-perusahaan Prabowo dan Hashim itu kan sebagian disedekahkan untuk membangun konsolidasi demokrasi dan membiayai politik secara bersih,” ujar Drajad Wibowo.

Drajad Wibowo melanjutkan, membangun konsolidasi demokrasi antara lain untuk mebiayai calon-calon kepala daerah melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang pencalonannya dimotori oleh Partai Gerindra.  

Seperti diketahui, pada Pilkada DKI tahun 2012, Partai Gerindra dan PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo alias Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Jokowi-Ahok) untuk maju.

Dalam Pilkada DKI 2012, Jokowi-Ahok menang setelah  mengalahkan petahana, Fauzi Bowo.

Sebagaimana dilansir Warta Kota news, ketika ditanya apakah keuntungan usaha dari tanah HGU Prabowo Subianto juga dipakai untuk membiayai Jokowi-Ahok di Pilkda DKI, Drajad Wibowo mengatakan, sangat mungkin biaya pemenangan atau kampanye Jokowi-Ahok di DKI dibiayai dari keuntunghan tersebut.

“Jadi bukan tidak mungkin ada dana dari perusahaan-perusahaan tersebut yang juga dipakai untuk pemenangan Pak Jokowi di DKI. termasuk di dalamnya adalah perusahaan yang HGU-nya disindir Pak Jokowi dalam debat kemarin,” ujar Drajad. (Sofy_Sandaranews_Jakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here