Dalam Waktu dekat Dinas PUPR akan melakukan pemugaran Tugu Proklamasi Rengasdengklok

0
1893

SANDARANEWS : Senin (10/12/2018)
KARAWANG – Rengasdengklok pernah menjadi pusat pergerakan merebut kemerdekaan NKRI sehari sebelum para pemuda menyatakan Indonesia Merdeka, kini Rengasdengklok tercatat dalam sejarah Nasional sebagai daerah yang memunculkan gagasan kemerdekaan RI.

Peristiwa itu kini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Karawang tidak saja saat ini, setelah sekian lama Rengasdengklok dibuatkan replika Tugu sebagai simbol perjuangan yang kini disebut ‘Tugu Proklamasi Rengasdengklok’

Kini rencananya pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) bakal ‘merubuhkan’ Tugu Proklamasi Rengasdengklok, dan sebagai gantinya akan dibangun replika markas Pembela Tanah Air (PETA).

Monumen Tugu Proklamasi Rengasdengklok Karawang

Menurut Kepala dinas PUPR Acep Jamhuri, “Tugu yang sekarang sering dibuat pentas dangdut saja jadi tidak ada kebanggaan di sana,” kata Acep Jamhuri Kepala Dinas PUPR Karawang , Senin (10/12).

Tugu Proklamasi merupakan monumen untuk mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan namun saat ini, kondisinya tidak terawat dan jorok. Alhasil Pemerintah Kabupaten Karawang bakal menggantinya dengan replika bangunan bersejarah baru yang lebih bernilai dan menarik minat pengunjung.

“Rengasdengklok itu daerah bersejarah. Tapi nuansa sejarahnya kurang terasa karena tempatnya belum memenuhi standar, Makanya kita akan membangun ulang beberapa monumen, supaya nilai sejarahnya muncul kembali,” ungkap Acep.

Acep menuturkan beberapa monumen yang akan dibangun ulang adalah replika rumah sejarah Djiaw Kie Siong tempat Soekarno dan Hatta ditawan pemuda, replika markas Peta, adapun kantor bekas kewedanaan Rengasdengklok bakal dipugar dan dibenahi.

“Kita akan buat semuanya sesuai dengan bentuk aslinya. Kita sudah melakukan studi supaya bentuk dan corak bangunan sangat mirip aslinya,” tutur Acep.

Untuk memudahkan pengunjung, rencananya bakal dibangun pedestrian yang menghubungkan bangunan – bangunan itu satu sama lain, sebuah diorama, musium dan taman juga bakal dibuat untuk menambah destinasi wisata sejarah di sana.

“Kita sedang membuat masterplannya. Sebisa mungkin ada pedestrian yang terkoneksi antara bangunan. Termasuk ke rumah Djiaw Kie Siong,” tandas Acep kepala PUPR Kabupaten Karawang.

Meski saat ini, rumah replika Djiaw Kie Siong sudah berdiri, namun status rumah itu masih milik keluarga Siong. Pemkab Karawang berupaya membeli rumah tersebut untuk dirawat dan dijadikan bangunan cagar budaya. “Namun karena keluarga sulit melepas akhirnya kami buat replika yoh rumah itu juga replika karena rumah aslinya sudah tidak ada tergerus air citarum.

Dalam waktu dekat Dinas PUPR akan melakukan pemutaran kembali Tugu Proklamasi. Tegas Acep kepada Sandaranews (10/12).

Sementara menurut pengamat lingkungan dan pembangunanan Daerah (L2PD) Firman mengatakan ” Strategi pembangunan infrastruktur memang sudah seharusnya memperhatikan berbagai kepentingan, selain teknik bangunan, sosiologi kultur, seni dan budaya, lingkungan, pembangunan juga harus berpotensi kepada peningkatan ekonomi, dalam hal ini menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, dalam konteks ini sejarah menjadi daya tarik tersendiri dalam menarik wisatawan untuk berkunjung, sehingga pembangunan infrastruktur Tugu Rengasdengklok menjadi sasaran wisatawan, selain meningkatkan kearifan lokal juga menjadi daya tarik wisata. ” ungkapnya (10/12).

Pembangunan proyek besar tersebut rencananya akan dimulai tahun 2019. Acep menargetkan proyek tersebut bisa selesai tahun 2020. (Taufik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here