UPAH BERBULAN-BULAN TIDAK DI BAYAR, KARYAWAN GERUDUK PERUSAHAAN, BEGINI TANGGAPAN LBH FOX NAVI :

0
170

sandaranews.com – Karawang – Pada hari kamis, 25 Maret 2021. Sebanyak 60 orang karyawan CV. KACMA melakukan aksi protes kepada manajemen perusahaan dikarenakan pihak perusahaan tidak pernah membayarkan upah pekerja selama kurang lebih 2 bulan.

Akibat perbuatan perusahaan yang tidak membayarkan upah pekerja tersebut, banyak karyawan mengalami kesulitan keuangan dan ekonomi pada kondisi pandemi saat ini. Diketahui perusahaan CV. KACMA tersebut merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Konveksi yang terletak di Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Andre Mangapul Silalahi, SH. salah satu pengurus Karang Taruna Desa Kondangjaya sangat menyayangkan tindakan perusahaan yang tidak memberikan hak-hak bagi para pekerjanya, dimana para karyawan tersebut sudah bekerja berbulan-bulan pada perusahaan tersebut.

Pada aksi protes yang dilakukan tersebut, para karyawan yang diwakili oleh Andre Mangapul Silalahi, SH turut meminta kepada Pemerintah Kabupaten Karawang dan dinas-dinas terkait untuk dapat membantu mengusut dan menyelesaikan permasalahan upah Karyawan CV. KACMA tersebut.

Berdasarkan Pasal 88A Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja menyatakan bahwa Setiap  pekerja/buruh  berhak  memperoleh  upah  yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya. Pengusaha wajib membayar upah kepada pekerja/buruh sesuai dengankesepakatan.

Atas perintah undang-undang tersebut, perusahaan tidak boleh sewenang wenang bertindak dengan tidak membayarkan upah pekerja tersebut serta dapat dilaporkan kepada Pengawas Tenaga Kerja (wasnaker) untuk diberikannya sanksi.

Menurut salah satu praktisi hukum muda yang juga sebagai Ketua LBH FOX NAVI Karawang, Advokat Andhika Karisma, SH turut megatakan bahwa “polemik pembayaran upah pekerja seolah-olah menjadi permasalahan yang tidak pernah selesai, dikarenakan pada pihak perusahaan yang turut ngotot untuk tidak membayar dan terkesan memperlama, sementara para karyawan atau buruh yang sudah lama bekerja sangat menuntut dan berharap agar hak-hak mereka terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan harus ikut turun terlibat menyelesaikan permasalahan ini agar tidak sampai berlarur larut, serta memastikan semua prosedur hak dan kewajiban benar benar saling terpenuhi antara Perusahaan dengan Karyawan”.

Di lain tempat, Dedi Iskandar selaku Ketua Karang Taruna Desa Kondangjaya, mengatakan bahwa “sungguh sangat disayangkan masih saja ada oknum pengusaha yang tidak memperhatikan hak-hak pekerjanya. Ini adalah bentuk praktik kapitalisme yang nyata, jadi saya minta kepada pemerintah pusat, daerah dan stakeholder untuk bersama-sama memerangi praktik tersebut, karena jelas ini sangat merugikan rakyat”. (one)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here