Sekda : Gagasan Konsep Pembangunan Pasar Tanpa BOT & APBD, Kenapa Tidak

0
355

Bangun Pasar Tanpa BOT dan APBD

KARAWANG – Kabupaten Karawang butuh terobosan baru dalam membangun infrastruktur pasar. Pasalnya, cara yang selama ini diterapkan dengan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga atau Build Operate Transfer (BOT) dinilai gagal karena terjadinya berbagai masalah yang tak kunjung selesai hingga kini. Sedangkan, infrastruktur pasar tentunya menjadi point penting bagi pedagang dalam menjalankan kenyamanan bertransaksi (kegiatan perdagangan).

Kondisi ini memicu reaksi para pedagang di Kota Pangkal Perjuangan. Bahkan menurut pantauan media, terobosan ini harus hadir dari para pengelola atau bahkan pedagang pasar, sehingga keberadaanya dapat menemukan gagasan dalam membangun infrastruktur pasar tanpa melalui BOT atau pun APBD.

Tidak bisa dipungkiri bahwa gagasan yang selama ini hadir hanya baru sebatas konsep dan mungkin belum menjadi prioritas yang serius dari pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan dan pemilik lahan pasar.

Nantinya, diharapkan pemerintah daerah dapat memberikan persetujuan agar dilakukan pembangunan pasar oleh koperasi pedagang yang secara sah telah berbadan hukum. Anggaran yang digunakan tidak melalui APBD, melainkan melalui pinjaman Bank yang menjadi tanggung jawab koperasi pedagang dalam pembayarannya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri saat dimintai tanggapannya terkait kabar ini mengatakan, sampai hari ini belum ada pembahasan baru untuk pembangunan pasar-pasar yang ada di Karawang. Kendati ia pun mengamini terkait belum beresnya berbagai permasalahan pasar.

“Belum ada pembahasan ke sana,” kata dia saat ditemui di Plaza Pemkab Karawang, Rabu (10/07).

Menurutnya, konsep pembangunan pasar secara mandiri oleh pedagang melalui koperasi pedagang, memungkinkan untuk direalisasikan dan menjadi pembahasan dalam program daerah. Apalagi, jika setelah melalui penelitian dan pengkajian konsep tersebut memang dapat menguntungkan bagi pemerintah juga masyarakat.

“Kalau memang menguntukan untuk masyarakat banyak kenapa tidak, Itu memungkinkan untuk dibahas dalam program daerah,” pungkasnya.(Zack)
Editor : Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here