Dijanjikan 50 ribu suara oleh oknum KPU dan PPK, Caleg DPR-RI Dapil VII Jabar habiskan hampir 1 Milyar

0
288

SANDARANEWS : Minggu (16/06/2019)

KARAWANG- Dijanjikan Raup suara melebihi batas target internal yakni 50rb suara, Caleg DPR-RI Dapil VII Jawa barat Engkus Kusmayadi Budi Santoso, gelontorkan uanga hampir 1 milyar kepada oknum penyelenggara pemilu Kabupaten Karawang.

Ek.Budi Santoso caleg partai Perindo yang maju pada bursa legislatif DPR-RI ungkap semua praktek haram soal jual beli suara dipileg 2019 kepada publik pekan lalu (14/06/2019).

Engkus Kusmayadi Budi Santoso atau EK (sapaan akrabnya_red) mengaku telah ditipu oleh belasan oknum Ketua PPK dan oknum Komisioner KPU Karawang berinisial AM.

Tak tanggung-tanggung, EK mengaku sudah mengeluarkan uang hingga Rp 1 Milyar yang ditransferkan kepada oknum penyelenggara pemilu tersebut. EK mengaku jadi korban praktek jual beli suara dan penipuan.

Gambar Ilustrasi : JB Id

Menurut EK saat itu masa kampanye masih berjalan, dirinya dihubungi oleh oknum komisioner KPU berinisial AM dan 12 oknum PPK. EK dijanjikan akan meraih 50 ribu suara tentunya dengan beberapa syarat, mantan politisi Golkar itu harus menyetor uang sebesar Rp 740 Juta dengan jaminan suara EK terisi di tiap kecamatan yang jadi target.

Namun bak menyaring air, 50 ribu suara yang diharapkan tak terealisasi EK hanya meraih 4 ribu suara se-Kabupaten Karawang.

Artinya secara otomatis, dengan jumlah raihan suara tersebut, EK dipastikan gagal melenggang ke Senayan, hal ini diluar konteks gagalnya Perindo dalam Parlementary Threshold (PT).

“Karena saya sendiri tidak mau lagi terjun ke politik, kita bongkar saja nih, biar generasi penerus tahu dan hati-hati,” ujar EK kepada wartawan.

Selain membocorkan kasus ini kepada wartawan, EK juga berencana melaporkannya kepada pihak berwajib dalam hal ini Polres Karawang.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang, Kursin Kurniawan tak menampik jika politik uang memang terjadi selama proses pemilu kemarin. Namun pihaknya mengaku kesulitan mengungkap kasus politik uang.

“Biasanya laporan kurang persyaratan formil,” ujar Kursin.

Saat berita ini diterbitkan, kami belum berhasil mengkonfirmasi oknum Komisioner KPU dan PPK yang diduga menerima uang dari EK. (Cr3)
Editor : Taufik H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here