Neraca Perdagangan Terus Defisit, Jokowi : Ini Kebodohan

0
469

SANDARANEWS : Senin (03/06/2019)
Jakarta – Presiden Joko Widodo mengaku kesal dengan neraca perdagangan Indonesia yang terus mengalami defisit. Menurut Jokowi, defisit transaksi berjalan yang sudah terjadi beberapa tahun dipastikan membebani negara. Kekesalan itu diungkapkan Jokowi saat menghadiri acara rapat koordinasi investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal di Tangerang, Banten, Selasa (14/5/2019).

Bahkan Jokowi menyebut hal itu sebagai kebodohan. Pasalnya semua penyebabnya sudah diketahui, tapi nyatanya defisit masih terus terjadi.

Jokowi menegaskan masalah defisit neraca perdagangan bisa diselesaikan dengan dua hal, investasi dan ekspor. Dua aspek itu menurut Jokowi bisa menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Calon Presiden nomor urut 01 ini mengatakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Itulah sebabnya Jokowi meminta semua perizinan industri yang berorientasi ekspor harus dipermudah. Selain itu proses perizinannya pun agar dipersingkat.

Jokowi menambahkan, dari sisi investasi dan ekspor, Indonesia sudah ditinggal oleh negara-negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina dan Vietnam. Itulah sebabnya Jokowi menekankan, ke depan Indonesia tidak boleh terus ditinggal dengan negara lain seperti Kamboja dan Laos.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu yakin Indonesia memiliki kekuatan yang besar. Selain itu sejak 2017 peringkat investasi Indonesia sudah masuk dalam katagori negara layak investasi atau investment grade.

Jadi ingat pepatah, “menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”(Cr4)

Editor : Sorry Maulida_Sandaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here