Pasca KPK Sita Ratusan Juta dari Ruang Menteri Agama

0
269

SANDARANEWS : Jumat (22 /03/209)
JAKARTA – Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta dari ruangan menteri agama (Menag) di Gedung Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, dimana uang tersebut terbagi menjadi pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). Gejolak politik dan dugaan publik mewarnai kasus Operasi tangkap tangan (OTT) Ketua DPP PPP Romahurmuzi.

Berbagai desas-desus publik membuat asumsi-asumsi baru bermunculan, ada yang dikaitkan dengan gagal nya Mahfud MD menjadi wapres Jokowi, ada pula yang berkaitan dengan kasus Nobel dan tak jarang berkaitan dengan gekolah Pilpres 2019.Namun demikian kebenaran kasus OTT itu kini melibatkan struktural Kementerian agama RI.

Pasca penangkapan beberapa pejabat kemenag daerah kini KPK menggeledah kantor Kementrian agama dan menemukan uang ratusan juta rupiah diruangan menteri agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Benar beberapa hari lalu kami sita dari ruangan menteri agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar dengan nilai seratusan juta rupiah. Tapi detilnya tentu akan di-update lebih lanjut,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Selain menemukan dan menyita sejumlah uang di Kemenag, KPK juga melakukan penyitaan sejumlah dokumen terkait proses seleksi kepegawaian. Dokumen tersebut menjelaskan soal proses seleksi kepegawaian, baik bagaimana tahapan seleksi itu dan hasil seleksi kepegawaian tersebut.

“Kemudian diamankan juga dokumen dokumen terkait hukuman disiplin yang diberikan pada salah satu tersangka, HRS, yang kemudian dipilih sebagai kanwil di Jawa Timur,” tuturnya.

Dari kantor DPP PPP, KPK mengamankan dan menyita dokumen-dokumen terkait posisi mantan ketua umum PPP, Romahurmuziy alias Romi, yang kini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ada tiga ruangan di DPP PPP yang digeledah oleh tim KPK.

“Kami akan terus mendalami dugaan penerimaan suap yang sudah ditetapkan tiga orang tersangkanya dan informasi-informasi lain terkait penanganan perkara ini,” terang dia. Saat ini, kata Febri, proses penggeledahan masih berlanjut. Tim penyidik KPK masih melakukan beberapa hal di lokasi-lokasi tersebut, termasuk melakukan penghitungan uang yang disita dari ruangan menag secara lebih rinci.

“Semua bukti yang disita, apakah dokumen ataupun uang atau barang bukti elektronik atau bukti-bukti apapun itu disita karena diduga terkait dengan penanganan perkara dan dibutuhkan untuk mendukung proses pembuktian penanganan perkara,” ungkapnya.

Meski begitu, Febri menyebutkan, semua pihak sekiranya jangan menyimpulkan terlebih dahulu apakah menteri agama terlibat atau tidak pada kasus tersebut, Itu karena proses penggeledahan masih berlangsung.

Kemungkinan adanya pihak lain yang dijadikan tersangka selain tiga orang yang sudah ditetapkan tersangka ia katakan juga tergantung pada alat bukti dan perkembangan penanganan perkara.
“Kemungkinan itu (memanggil menag) terbuka ya sepanjang dibutuhkan oleh penyidikan. Apalagi juga ada beberapa dokumen dan uang yang diamankan atau disita dari ruangan menteri agama, ” katanya.

Uang yang disita itu merupakan hasil penggeledahan yang dilakukan oleh KPK pada Senin (18/3). Ada tiga ruangan di kementerian tersebut yang digeledah yang salah satunya adalah ruangan menteri.

“(Ruangan) menteri, sekretaris jenderal, dan kepala biro kepegawaian,” ungkap Febri.

“Semua bukti yang disita, apakah dokumen ataupun uang atau barang bukti elektronik atau bukti-bukti apapun itu disita karena diduga terkait dengan penanganan perkara dan dibutuhkan untuk mendukung proses pembuktian penanganan perkara,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here