Putra terbaik Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil Bertemu Bahas Pembangunan Jawa Barat

0
581

SANDARANEWS : Selasa (08/01/2019)

JAWA BARAT – Dua putera terbaik Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil bertemu tadi malam, Senin (7/1). Hal ini diketahui dari unggahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di akun twitter resmi miliknya, @ridwankamil.

Unggahan tersebut menggambarkan bahwa pertemuan itu digelar di rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung.
Keakraban kini terlihat dari mimik wajah kedua tokoh tersebut. Sebagaimana diketahui, keduanya pernah menjadi rival dalam perhelatan Pilkada Jawa Barat 2018 lalu. Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum keluar sebagai juara. Sementara Dedi Mulyadi dan pasangan gubernurnya, Deddy Mizwar harus puas berada di posisi ketiga.

Tak ayal, keakraban itu memunculkan spekulasi terkait konsolidasi jelang pemilihan Presiden, April 2019 mendatang. Ridwan Kamil dikenal memiliki basis suara di kalangan millenial perkotaan. Sementara Dedi Mulyadi diketahui sebagai pemilik suara militan pemilih pedesaan.

Akan tetapi, rumor tersebut diklarifikasi keduanya. Menurut Dedi Mulyadi, dia dan sahabatnya tersebut membicarakan masa depan pembangunan di Jawa Barat. Artinya, tidak ada masalah politik yang menjadi pokok bahasan dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut.

“Kami berdua kan sahabat. Kang Emil sahabat saya yang sekarang menjadi Gubernur Jawa Barat. Ya, kami diskusi soal pembangunan,” kata Dedi saat ditemui di kantornya. Tepatnya, di kawasan Tajug Gede Cilodong, Bungursari, Purwakarta, Selasa (8/1).

Sebagai tokoh publik, Dedi memahami bahwa fenomena milenialisme kini tidak bisa dibendung. Akan tetapi menurut dia, karakter dan sejarah kebudayaan merupakan pondasi utama yang tidak bisa diabaikan.

“Basic Kang Emil kan pembangunan wilayah perkotaan. Saya sendiri biasa membangun desa dan menata simpul-simpul perkotaan. Jadi, kita bicara seputar itu, bahwa milenialisme adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Akan tetapi, kita harus berpijak pada kultur dan budaya bangsa kita,” katanya.

Menurut Dedi, dua falsafah itu layak menjadi soko guru pembangunan di Jawa Barat dan seluruh wilayah di Indonesia. Seluruh unsurnya harus disatukan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa maju dalam bingkai kultur yang kuat.

“Alangkah baiknya jika keduanya disatukan demi bangsa dan negara. Gitu dulu ya,” katanya mengakhiri.

Hal yang sama ditegaskan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurut dia, program strategis di Jawa Barat menjadi bahasan pembicaraan dirinya dengan Ketua Tim Pemenangan Jokowi tersebut.

“Berdiskusi bersama sahabat saya, Kang Dedi Mulyadi membahas program strategis di Jawa Barat. Hidup harus move on dari masa lalu dan menyongsong masa depan menuju #JabarJuara,” kata Kang Emil dalam akun twitternya. (Cr3 _Media Center Jabar).

Layanan Publikasi Bisnis, Line NO : 085714004859

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here