Server Eror,Jemput Bola e-KTP Terkendala

0
791

SANDARANEWS : Kamis (27/12/2018)
KARAWANG-Pelaksanaan jemput bola perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP el) yang dilakukan serentak pada tanggal 27 Desember terkendala server pusat yang sedikit eror, kendati demikian Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karawang tetap melaksanakan perekaman tersebut.

“Perekaman KTP el ini merupakan intruksi dari Kemendagri yang dilakukan secara serentak seluruh Indonesia, tujuannya agar semua warga yang belum melakukan perekaman segera direkam datanya, supaya pada pelaksanaan Pemilu 2019 semua warga sudah melakukan perekaman,” ujar Kadisdukcapil Karawang, Yudi Yudiawan, Kamis (27/12) di Mall Tekhnomart.

Menurut Yudi, salah satu syarat wajib untuk menggunakan hak pilihnya adalah KTP el atau suket.

Pelaksanaan jemput bola perekaman ini dilakukan di 30 kecamatan yang ada di Karawang, panti wheda, lembaga pemasyarakatan dan Mall. “Yang belum melakukan perekaman saat ini berjumlah 4265 orang yang tersebar di 30 kecamatan yang ada di Karawang,”tuturnya.

Menurut Yudi, salah satu kendala sulitnya perekaman KTP el karena warga belum merasa butuh pada KTP, sebab berbagai program yang sudah dilakukan oleh Disdukcapil tidak mendapatkan has signifikan dalam perekaman. “Program dalam perekaman seperti pelayanan hari Sabtu, one day service, perekaman di kecamatan dan jemput bola ini belum bisa merekam semua warga, namun kami terus melaksanakan program itu agar masyarakat yang belum terlayani bisa melakukan perekaman KTP el,” katanya.

Menurut ya kendala lain yang saat ini dihadapi adalah adanya pengurangan jatah keeping KTP el oleh kemendagri yang tadinya 2000 keping setiap minggu jadi 1000 keping. “Kami sudah meminta agar keeping ditambah lagi, tapi belum ada tambahan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan keeping KTP el sebanyak 138 ribu, jadi sebenarnya masih banyak warga yang belum terlayani karena adanya pengurangan keping KTP el tersebut. “Kami berharap keeping ditambah lagi dan kendala lain adalah ketika server dari Kemendagri eror sehingga menghambat proses perekaman seperti saat ini terjadi, karena perekaman jemput bola ini dilakukan serentak di Indonesia,” paparnya. (zae)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here