Imigrasi Karawang grebeg WNA China di Hotel, ditemukan buku saku berlogo PKI

0
529
WNA Asal China

SANDARANEWS.COM : Selasa 18/09/2018
KARAWANG Lagi ditemukan warga negara asing (WNA) dari China di salah satu hotel di Karawang, WNA ini kedapatan membawa buku saku bergambar Palu Arit yang diduga mirip logo Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kejadian sekitar pukul 21.00 WIB, bertempat di Hotel Amaris Jln. Interchange Tol Karawang Barat Kabupaten Karawang, beberapa orang yang diduga propagandis Partai Komunis China WNA telah diamankan oleh pihak Imigrasi Karawang.


“Buku Saku bergambar Mirip logo Partai Komunis Indonesia”
Foto : Lintas Media

Penterjemah dari PT. Sinohydro, Sdr. Youka mengatakan ada beberapa barang yang diamankan oleh pihak Imigrasi, yaitu: Paspor, Visa dan Buku Bergambar Palu Arit menerangkan tentang Regulasi Partai Komunis China, yang menerangkan aturan, pasal dan norma. “Dan menyatakan bahwa pemegang buku tersebut orang yang mempunyai/berkompeten di Negara China/Partai Komunis China,” katanya di Karawang, Jabar, Selasa (18/09/2018).

Sementara itu, pihak Imigrasi Karawang mengakui, bahwa WNA asal China ada sebanyak 6 orang. “Pertama, Mr. Fu Zhibo. Kedua, Mr. Wu Min. Ketiga, Mr. Shen Li, Keempat, Mr. Tan Yunbo. Kelima, Mr. Lan Zhibing, Keenam, Mr. Tian Zhi Guo. Ke-6 WNA merupakan utusan dari PT. Sinohydro Graha Persada 2 yang berlokasi di Bekasi Selatan Kabupaten Bekasi Provovinsi Jawa Barat,” kata Pihak Imigrasi.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, ke-6 WNA asal China itu merupakan Tim Survei Lokasi Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung. Pada Sabtu (15/9) sekitar pukul 18.00 WIB, ke-6 WNA itu ternyata bersama 2 WNI cek’in di Hotel Amaris (Lantai III No. 309,310,314,316) atas nama Nasirudin NIK. 3513072607930*** (No. Hp : 085230401***).

Adapun pendamping mereka dari WNI yakni: Asisten Survei bernama Umar beragama Islam kelahiran Yogyakarta 2 Maret 1989 dan Driver bernama Aris agama Islam lahir di Bogor 1 Juli 1984.

Asisten Survei, Sdr. Umar mengatakan, “Saya sudah bekerja selama lebih kurang dua tahun di PT. Sinohydro Graha Persada 2, bahwa selama ini tidak mengetahui adanya dokumen bawaan WNA yaitu Buku bergambar Palu Arit,” pungkasnya.

Kejadian yang berkaitan penemuan WNA asal China ini sudah terkadi kesekian kalinya di Karawang dan memungkinkan Imigrasi Karawang akan memperketat pendataan terkait WNA yang tidak memiliki dokumen resmi. (Taufik H_Patriotid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here