KPPI : Kami Ingin Keterwakilan Perempuan diparlemen di Huni Perempuan pemikir & Peduli

0
392

Sandaranews.Com | KARAWANG –

Sejak angin reformasi ditiupkan tahun 1998 lalu, ada keinginan kuat untuk mengangkat partisipasi rakyat dalam kehidupan politik. Termasuk penguatan peran politik kaum perempuan. Sebagai tindak lanjutnya, diciptakanlah affirmative action untuk mendorong keterwakilan perempuan di lembaga-lembaga politik.

Salah satu bentuk affirmative action itu adalah penerapan kuota 30% keterwakilan perempuan di parlemen. Lalu, dalam setiap UU pemilu kita dicantumkan ketentuan untuk mencapai kuota itu. Diantaranya, penerapan kuota 30% keterwakilan perempuan dalam daftar calon anggota legislatif.

Belakangan, ada keinginan KPU untuk memastikan parpol memenuhi kuota itu, yakni melalui Peraturan KPU No 7 tahun 2013. Ketentuan itu menegaskan, KPU tidak akan menerbitkan daftar caleg tetap untuk parpol yang gagal memenuhi syarat keterwakilan perempuan.

Sebagai mana peran nya dalam mendidik para perempuan pemikir yang tangguh, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Karawang sedang gencar melakukan perkaderan tokoh perempuan di Karawang dengan melaksanakan kegiatan ‘Capacity Building’ kegiatan ini adalah upaya peningkatan kemampuan sumber daya perempuan anggota KPPI, dalam menyambut pesta Demokrasi dan Persiapan Bacaleg keterwakilan perempuan di Karawang. Dalam kegiatanya training ini dihadiri narasumber dari Komisoner KPUD Kabupaten Karawang Asep Mukhsin sekaligus menyampaikan Sosialisasi terkait Tahapan-tahapan Bacaleg,Roni Rubiat Machri Panwaskab, Ketua KPPI Jawa Barat, bertempat di ballroom Hotel swiss-belinn Karawang, Senin (02/04).

Menurut Ketua KPPI kabupaten Karawang Hj. Sri Rahayu Agustina.SH, “KPPI Kabupaten Karawang akan terus mengoptimalkan keterwakilan perempuan yang lolos di lembaga legislatif agar mewakili aspirasi perempuan walaupun berasa dari partai yang berbeda tetapi memiliki tujuan bersama mewakili kepentingan perempuan di Legislatif, dalam upaya pemberdayaan SDM perempuan” ucapnya.

Menurutnya, “untuk meloloskan keterwakilan perempuan di legislatif tidak mudah perlu kerja keras, dan ketekunan membangun kualitas diri”, ujarnya.

Hj. Sri Rahayu Agustina. SH (Ketua KPPI Kab. Karawang) Tokoh Politik Perempuan Kab. Karawang

Hal yang sama di sampaikan Hj. Ratnaningsih Ketua KPPI Jawa Barat (yang turut menjadi narasumber_red)
mengatakan “Seluruh Perangkat KPPI, akan melakukan eksplorasi potensi perempuan Karawang sehingga mampu berperan penting dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat Karawang”, pungkasnya.

“Untuk memenuhi atau bahkan melampaui keterwakilan perempuan di legislatif, tentunya dibutuhkan kerja keras bagi seluruh kader KPPI Kabupaten Karawang, tidak terkecuali setiap kader KPPI harus turut serta hadir ditengah-tengah masyarakat, sekaligus melakukan advokasi terhadap persoalan yang muncul di masyarakat, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, bahkan Human trafficking yang angka korbannya masih tinggi di Kabupaten Karawang”,Imbuh Sri Ketua KPPI karawang.

Sri Rahayu mengatakan, pihaknya juga akan melakukan dorongan terhadap perempuan Karawang agar dapat berperan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program ini, kata dia akan diarahkan dengan melakukan pemberdayaan ekonomi riil bagi perempuan Karawang sehingga dapat membantu mendongkrak perekonomian serta memenuhi kebutuhan rumah tangga. Harapan kami, masyarakat Karawang mengalami peningkatan taraf hidup,” pungkasnya.

Program Capasity Building Ini Dihadiri Seluruh kader KPPI Kabupaten Karawang, Bacaleg perempuan dari Setiap Parpol Peserta Pemilu di Karawang, keterwakilan KPPI Jawa Barat dan Komisioner KPU Kabupaten Karawang.(kul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here